Ketika hatimu dilanda gundah gelisah
Ingatlah bahwa tidak disetiap hari itu indah
Laksana awan, cerah birunya dan mendung menghitam
Terpaut pula dalam hatimu yang terkadang suram
Untukmu belahan jiwaku
Hilangkan lah segala rasamu akan takut kehilanganku
Sungguh hati dan jiwa ini telah menyatu
Mencintaimu tanpa ambisi yang menggebu gebu
Namun terlebih karena pancaran kesederhanaanmu
Karena iman dan ketakutanmu pada sang khalik membuatku terpaut pada dirimu
Jangan pernah lagi kau pertanyakan tentang rasa
Mampukan aku menerimamu apa adanya?
Siapalah diriku mengharapkan sebuah permata
Sedangkan diriku adalah pasir yang berwujud dimana-mana