-celoteh si bungsu-

Mei 6, 2011

Cinta Sederhana

Filed under: Uncategorized — tantye @ 3:42 pm

Ketika hatimu dilanda gundah gelisah

Ingatlah bahwa tidak disetiap hari itu indah

Laksana awan, cerah birunya dan mendung menghitam

Terpaut pula dalam hatimu yang terkadang suram

Untukmu belahan jiwaku

Hilangkan lah segala rasamu akan takut kehilanganku

Sungguh hati dan jiwa ini telah menyatu

Mencintaimu tanpa ambisi yang menggebu gebu

Namun terlebih karena pancaran kesederhanaanmu

Karena iman dan ketakutanmu pada sang khalik membuatku terpaut pada dirimu

Jangan pernah lagi kau pertanyakan tentang rasa

Mampukan aku menerimamu apa adanya?

Siapalah diriku mengharapkan sebuah permata

Sedangkan diriku adalah pasir yang berwujud dimana-mana

Iklan

Maret 4, 2011

– Teruntuk imamku kelak disaat semua indah pada waktunya-

Filed under: note — tantye @ 3:50 am

*dikutip dari note tetangga buat para calon imam*

Aku mncintaimu karena agama yang ada padamu, jika agama yang ada padamu hilang, maka hilang pula cintaku padamu.  -Imam Nawawi-

 

Wahai imam masa depanku..

Saat kuputuskan melangkah bersamamu, aku telah bersedia mendampingimu hingga ujung usiaku. Mengayuh kehidupan dalam biduk, rumah tangga sakinah, mawadah, warahmah, seteguk air yang kuminum dari bejanamu akan memberi berkah bagi hidupku.

 

Wahai imam masa depanku..

Mungkin aku bagian tulang rusukmu yang tak sempurna, namun kelak aku berharap menjadi makmum yang dapat kau sempurnakam di hadapan-Nya.

 

Wahai imam dalam hidupku..

Aku hanyalah makhluk berhati rapuh, kelak jika aku melukai hatimu tegurlah aku dengan syair indahmu.

 

Ya Robbku, aku akan menyempurnakan agamaku dengan mengikat janji bersama seseorang yang Kau pilihkan untukku.

 

Ya Robbku, jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa beribadah dan menengadahkan tangan di atas sajadah-Mu.

Februari 17, 2011

Maka, menikahlah

Filed under: akhwat — tantye @ 8:41 am

Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

Menikah itu adalah suatu kemampuan bukan hanya kemauan. Kemampuan menikah secara lahir maupun bathin melalui proses perbaikan diri yang tak pernah usai, yang tak lekang oleh waktu. Persiapan ruhiyah itulah yang paling mendasar yaitu soal menata diri dan bertanggung jawab akan tugas masing- masing. Memulai pernikahan BUKAN SOAL banyaknya tabungan yang telah dimiliki, bukan masalah sudah punya rumah atau belum, bukan tentang kendaraan yang dimiliki, ia soal kompetensi dan kehendak hati menafkahi.

Menikah adalah kemampuan mengelola ‘sabar dan syukur’. Hendaknya seorang istri bersabar dalam kesempitan dan senantiasa bersyukur dalam segala keadaan. Seorang istri harus belajar menerima pemberian Allah dengan ikhlas, apapun dan seberapapun pemberian dari suami haruslah disyukuri, seorang istri yang qanaah akan selalu hadir di hati suaminya.

Menikah merupakan proses belajar, awal dari sebuah kehidupan. Belajar mencintai pasangan karena kelemahan dan kekurangannya, jangan hanya melihat pasangan dari kelebihan dan sisi baiknya saja. Saling melengkapi satu sama lain. Istri adalah pakaian bagi suaminya dan suami adalah pakaian bagi suaminya. Tahukah fungsi pakaian? ya..pasti semua tahu, pakaian berfungsi sebagai penutup bagian tubuh yang kurang baik bahkan fungsi pakaian untuk kaum perempuan sebagai perisai utama untuk menutup aurat. Nah, hendaknya seorang istri menutup kekurangan yang ada pada suami dan suami pun menutupi kekurangan yang dimiliki istri. Mencintai karena Allah, insyaAllah bisa mencintai pasangan karena kekurangan yang dimiliki. Rasulullah SAW bersabda:Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

Selanjutnya, tentang persiapan Maliyah (finansial) karena ini masalah yang sering menghantui dan membuat ragu. Padahal ini persoalan yang biasa. Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). Allah mahakaya, Allah akan mendatangkan rejeki dari segala penjuru bagi hamba- hambanya yang bersyukur dan selalu mengingat Allah.

Maka, menikahlah bagi yang mampu, karena menikah adalah sunnah Rasul dan bagi siapa saja yang tidak ingin melaksanakan sunnahnya maka ia bukan termasuk dalam golongannya.

Februari 9, 2011

Bahagianya menjadi wanita..Alhamdulillah ..

Filed under: note — tantye @ 9:50 am
ketika muslimah bicara

Mulianya wanita

Dapat nih dari note La Tahzan …

Indahnya wanita, dari sisi anatomi saja siapa yang tidak sepakat dengan pernyataan saya ini bahwa wanita itu memang indah, canggih. Kecanggihannya tidak tertandingi oleh teknologi yang diciptakan oleh ilmuwan manapun. Terlepas dari teknologi dan kecanggihan dari yang Maha sempurna menciptakan keindahan, Dimanakah indahnya wanita?

Mungkin ada di sudut matanya yang mengerling manja, disaat sepasang matanya yang bening bertabur pandang, menyeruak bayang dan sinaran cahaya memancar terang tapi malu-malu.

Boleh jadi ada pula di sepasang bibir merah yang mengatup membisu untuk kata-kata yang dapat menjauhkan kelembutannya. yang tidak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, mendaratkan kecupan mesra untuk abi dan jundi-jundi kecil, sangat menghangatkan perasaan.

Sejuta perkataan belum cukup untuk menceritakan kecantikan wanita. Sejuta malah berjuta-juta kali ganda perkataan masih tidak cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan wanita.

 

Saudariku… panjangkan syukur atas karunia keindahan yang kita miliki ini. Allah Swt menjadikan kita wanita dan memberikan kita keindahan. Namun, betapa pun dijaga, dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi, wajah akan suram, mata akan kedam. Satu saja yang tidak akan dimakan usia, sifat kewanitaan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

 

Begitu banyak kelipatan pahala yang akan diraih seorang wanita soleha. 

Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh .

Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

2 rakaat sholat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak nyenyak karena menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba sahaya

wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat istrinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah

wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkahan.

wanita yang menggiling tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkahkan rezekinya.

wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah.

wanita yang menjaga sohlat, puasa dan taat pada suami, Allah akanmengizinkannya untuk memasuki syurga dari pintu manapun yang dia suka.

wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.

wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun sholat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin,matinya akan di hitung sebagai mati syahid.

Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun sholat.

Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan kabarkan berita gembira bahwa syurga wajib baginya.

Jika wanita memberi ASI kepada bayinya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun sholat dan puasa.

wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki syurga.

Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadah

Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya.

Februari 1, 2011

‘Buang jauh- jauh rasa minder’

Filed under: motivasi diri — tantye @ 4:26 am

Perasaan minder itu merupakan indikasi bahwa kita masih kurang bersyukur. Dan karenanya harus dibuang jauh- jauh. Rasa mindernya lo ya yang dibuang, bukan kitanya! hehe…

Kok bisa begitu? Yap, sebab rasa minder membuktikan kita masih luput melihat begitu banyak karunia Allah yang dilimpahkan kepada kita semua. Tubuh yang sehat, Alhamdulillah. Kalaupun ada yang sakit, di luar sana masih banyak hambaNYA yang diuji penyakit lebih berat. Alhamdulillah anak- anak dan suami sehat, Alhamdulillah ibu bapak dan keluarga sehat. Alhamdulillah masih ada tempat berteduh meski sepetak. Alhamdulillah sehari- hari ada yang dimakan. Alhamdulillah masih menghirup oksigen dengan bebas dan gratisss pula. Alhamdulillah masih berjalan dengan dua kaku, dua tangan masih bisa digerakkan bahkan bisa membantu sesama, telinga masih mendengar, mata masih bisa melihat dan anggota tubuh yang lain masih berfungsi normal. Masih kurang bersyukur? Masya Allah….(sambil geleng- geleng dan bercermin dengan diri sendiri) hihihihi…

(ada lagi)

Masih bisa beribadah dengan tenang, walau kadang terasa sangat malas. Sementara muslim- muslim yang lain harus beribadah dibawah desing peluru, bom dan hidup dalam ketakutan. Begitu banyak nikmat yang Allah berikan..tak ada habisnya berucap ALHAMDULILLAH.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan orang- orang yang bersyukur dan bukan dalam golongan orang- orang yang sombong.amin.

Bersyukur..jangan pernah merasa kurang, menerima segala ketentuan Allah. Lihat pada apa yang kita miliki dan bukan sebaliknya. Lihat pada apa yang orang- orang tidak miliki, padahal kita miliki. Alhamdulillah.

Tentu saja bersyukur bukan berarti pasrah meneriman keadaan dan tidak memiliki keinginan untuk berusaha lebih baik atau menggali potensi lebih giat untuk mencapai kesuksesan. Dengan bersyukur kita dapat melakukan aktifitas dengan lebih ‘enteng’ penuh semangat dan tidak mudah mengeluh.

Satu lagi alasan minder itu perlu dibuang jauh- jauh, kita tidak pernah tahu apa yang telah dilalui oleh teman- teman, tetangga ataupun kerabat kita. Belum tentu yang mereka alami lebih buruk dari apa yang kita alami. Rasa minder juga berarti kita kurang menghargai apa yang telah Allah titipkan pada kita.

Lalu, nikmat Allah yang mana kah yang kamu dustakan?

Seberapa berat ujian yang ditimpakan pada kita, tetaplah berada di jalanNYA, hadapi dengan kesabaran dan bersyukurlah karena kita masih disayang Allah..   🙂

Januari 28, 2011

Tentang Rasa

Filed under: Uncategorized — tantye @ 8:03 am

Mulai hari senin tanggal 24 Januari 2011 adalah kali pertama aku bisa melihatnya secara kasat mata, bukan hanya lihat difoto. Dan mulai hari itu, pikiranku kacau, tidak bisa tidur semalaman. Dan hanya kepada Allah lah aku meminta pertolongan. Eittttt ……jangan berfikir negatif dulu, pikiran kacau itu karena aku merasa aneh alias kepikiran terus seolah- olah tidak ingin jauh- jauh, hehehe.Uhhh….bahaya ini…ada virus atau lebih dikenal dengan VMJ (Virus Merah Jambu)…dalam bahasa gaulnya poling in lop.

Pernah aku merasakan jatuh cinta pada lawan jenis, beberapa kali malah tapi yang satu ini buat saya terkagum- kagum. Bahkan perasaan ini melebihi rasa yang pernah aku berikan pada seseorang semasa sekolah dulu.Ada apa ini?

Yahhh …pertanyaan “Ada apa ini?” saat ini susah sekali untuk aku jabarkan karena aku sendiri juga tidak tahu. Rasanya seperti es krim, sekali melihatnya ingin lihat terus,rasanya campur- campur tapi senengggggg..hihiihih..Ya Allah..hamba mohon petunjukmu, tetapkan hamba dalam jalanMU,ridhai hamba dalam setiap langkah..amiiinn.

Semoga rasa ini datang hanya untuk mengharap ridhaNYA dan jadikan indah pada waktunya.

Januari 14, 2011

Karena aku bungsu

Filed under: celotehku — tantye @ 3:32 am
jagoan kecil kita

kecil- kecil jagoan lo

Cekakak cekikik,tangisan,teriak teriakan dan segala polah ulahnya selalu membuatku merindukannya. Si kecil, bukan buah hatiku namun selalu ada di hatiku,bukan adikku namun selalu aku sayangi seperti aku sayang pada diri sendiri..

Mungkin ….. karena aku bungsu atau karena aku memang sangat menyukai anak kecil. Dulu, sebelum keponakan lahir, anak- anak tetangga ataupun anak sanak saudara selalu jadi hiburanku, rasanya senanggggggg sekali bisa bermain bersama mereka.

Penerus generasi hadi

sayang adik selalu

Ya Allah, jika Engkau berkehendak…ijinkanlah aku, berikanlah aku waktu untuk mendidik dan mengayomi anak- anakku kelak bersama teman hidupku.

Seringkali, ingin rasanya tiap minggu singgah di Yogyakarta sekedar melepas rindu dengan si kecil. Bermain dan tertawa-tawa bersama mereka. Disitulah duniaku selain buku- buku dan pena. Yap, mungkin karena aku bungsu. Ingin rasanya mengasihi dan menyayangi seorang adik. Alhamdulillah yang aku dapat adalah kasih sayang dari kakak- kakak tercinta, dari orangtua yang kadang berlebihan. Dan lebih bersyukur lagi karena aku punya banyak temaaaaaaaannn, punya banyak orang yang mempedulikanku, dimana aku bisa berbagi kesedihan (jahat banget ya cuma kesedihan aja yang dibagi).

Manja, itu sikap yang sudah berangsur- angsur pergi dari diri ini, mungkin karena banyaknya cobaan dan masalah dalam hidupku jadi mendewasakanku. Manja dan mungkin karena aku bungsu.

Januari 10, 2011

aku lagiiiiiii……

Filed under: celotehku — tantye @ 3:43 am

Indah pada waktunya...

Sekarang aku disini …

Kembali bersanding dengan alpabet..merangkai huruf- huruf menjadi kata,merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat, entah itu indah atau kalimat acak, namun aq puas karena bisa bertemu dengan huruf-huruf ini.

ya…ini aku …

Yang ingin menjadi diri sendiri tanpa paksaan

yang ingin menghamba hanya pada Allah dan hanya karena Allah

yang ingin belajar menjadi diri yang lebih baik

yang ingin lebih berbakti pada ibu bapak

yang ingin memberikan bhakti terbaik pada suami kelak

ya Allah ijinkan aq bernyawa lebih lama lagi

ijinkan aq belajar memaknai hidup lebih dalam lagi

hanya untukMU dan untuk orang- orang yang aq sayangi

Oktober 5, 2009

Jika Kamu…

Filed under: motivasi diri — tantye @ 8:26 am

Jika kamu memancing ikan….
Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan
itu….
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja….
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan menderita selagi
ia masih hidup.

***Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada
seseorang…
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya….
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja….
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak
dapat melupakan segalanya
selagi dia mengingatmu….

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada
takungannya dan janganlah
menganggap ia begitu teguh…. cukuplah sekadar keperluanmu….
Apabila sekali ia retak…. tentu sukar untuk kamu menambalnya seperti
semula….Akhirnya ia dibuang ….
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat
dipergunakan lagi….

***Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya….
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya
begitu istimewa….
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk
menerimanya….
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus
hingga ke akhirnya….

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi…
yang baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu lengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Kamu akan menyesal.

***Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seseorang….. yang
membawa kebaikan
kepada dirimu. Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu lengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain.
Kamu juga yang akan menyesal.

September 30, 2009

Tauhid Uluhiyyah

Filed under: Uncategorized — tantye @ 3:26 am

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.

Sungguh Allah tidak akan ridha bila dipersekutukan dengan sesuatu apapun. Bila ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah, maka pelakunya jatuh kepada Syirkun Akbar (syirik yang besar) dan tidak diampuni dosanya. [Lihat An-Nisaa: 48, 116] [1]

Al-Ilah artinya al-Ma’luh, yaitu sesuatu yang disembah dengan penuh kecintaan serta pengagungan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesem-bahan yang haq melainkan Dia. Yang Mahapemurah lagi Maha-penyayang” [Al-Baqarah: 163]

Berkata Syaikh al-‘Allamah ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di Rahimahullah (wafat th. 1376 H): “Bahwasanya Allah itu tunggal Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, baik dalam Dzat-Nya, Nama-Nama, Sifat-Sifat-Nya. Tidak ada yang sama dengan-Nya, tidak ada yang sebanding, tidak ada yang setara dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang mencipta dan mengatur alam semesta ini kecuali hanya Allah. Apabila demikian, maka Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi. Tidak boleh Dia disekutukan dengan seorang pun dari makhluk-Nya[2]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Allah menyatakan bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain-Nya, Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana” [Ali ‘Imran: 18]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai Lata, Uzza dan Manat yang disebut sebagai tuhan, namun tidak diberi hak Uluhiyah:

“Artinya : Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapakmu mengada-adakannya, Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya…”[An-Najm: 23]

Setiap sesuatu yang disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bathil, dalilnya adalah firman Allah Azza wa Jalla.

“Artinya : (Kuasa Allah) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang bathil, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar” [Al-Hajj: 62]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman tentang Nabi Yusuf “alaihis Sallam yang berkata kepada kedua temannya di penjara:

“Artinya : Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah selain Allah, kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”[Yusuf: 39-40]

Oleh karena itu para Rasul ‘Alaihimus Salam berkata kepada kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah saja[3]

“Artinya : Sembahlah Allah olehmu sekalian, sekali-kali tidak ada sesem-bahan yang haq selain daripada-Nya. Maka, mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)” [ Al-Mukminuun: 32]

Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Pengambilan tuhan-tuhan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik ini telah dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dua bukti.

Pertama.
Tuhan-tuhan yang diambil itu tidak mempunyai keistimewaan Uluhiyah sedikit pun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat menarik kemanfaatan, tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya :Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengam-bil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Fur-qaan: 3]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Katakanlah: ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah. Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit. Dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.’ Dan tiadalah berguna syafaat di sisi Allah, melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat..” [Saba’: 22-23]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Artinya : Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan.” [Al-A’raaf: 191-192]

Apabila keadaan tuhan-tuhan itu demikian, maka sungguh sangat bodoh, bathil dan zhalim apabila menjadikan mereka sebagai ilah dan tempat meminta pertolongan.

Kedua:
Sebenarnya orang-orang musyrik mengakui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah satu-satunya Rabb, Pencipta, yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. Mereka juga mengakui bahwa hanya Dia-lah yang dapat melindungi dan tidak ada yang dapat melin-dungi-Nya. Ini mengharuskan pengesaan Uluhiyyah (penghambaan), seperti mereka mengesakan Rububiyah (ketuhanan) Allah. Tauhid Rububiyah mengharuskan adanya konsekuensi untuk me-laksanakan Tauhid Uluhiyah (beribadah hanya kepada Allah saja).

“Artinya : Hai manusia, sembahlah Rabb-mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dia-lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap. Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”[Al-Baqarah: 21-22]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]
_________
Foote Note
[1]. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dari Ibnu ‘Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, asy-Sya’bi, Qatadah dan lainnya. Lihat Fathul Majiid Syarh Kitabit Tauhiid (hal. 39-40) tahqiq Dr. Walid bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Furaiyan.
[2]. Lihat Min Ushuuli ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah dan Aqidatut Tauhiid (hal. 36) oleh Dr. Shalih al-Fauzan, Fathul Majiid Syarah Kitabut Tauhiid dan al-Ushuul ats-Tsalaatsah (Tiga Landasan Utama).
[3]. Lihat Taisirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 63, cet. Mak-tabah al-Ma’arif , 1420 H).

Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1587/slash/0

Older Posts »

Blog di WordPress.com.